Selasa, (14/07/2026)
MATAROHIL, ROKAN HILIR – Calon Penghulu Bagan Jawa, Maflizar, mengikuti kegiatan Pembekalan Adat yang diselenggarakan oleh Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Rokan Hilir. Kegiatan tersebut merupakan salah satu tahapan penting yang harus diikuti oleh seluruh bakal calon penghulu sebelum mengikuti Pemilihan Penghulu (Pilpeng) Serentak. Selasa, (14/07/2026)
Pembekalan adat ini bertujuan memberikan pemahaman kepada para calon pemimpin mengenai nilai-nilai adat istiadat Melayu, etika kepemimpinan, tata krama pemerintahan, serta peran penghulu sebagai pemimpin yang tidak hanya menjalankan fungsi pemerintahan, tetapi juga menjadi penjaga adat, budaya, dan keharmonisan masyarakat.
Selama mengikuti pembekalan, Maflizar bersama para calon penghulu lainnya menerima materi yang disampaikan oleh para pengurus dan tokoh adat LAMR Rokan Hilir. Materi yang diberikan mencakup sejarah dan filosofi adat Melayu, prinsip kepemimpinan dalam perspektif adat, penyelesaian persoalan masyarakat melalui musyawarah, hingga pentingnya menjaga persatuan dan nilai-nilai kebudayaan di tengah perkembangan zaman.
Menurut Maflizar, pembekalan adat memiliki makna yang sangat penting bagi setiap calon penghulu karena menjadi bekal moral dalam menjalankan amanah apabila kelak dipercaya oleh masyarakat.
"Saya bersyukur dapat mengikuti pembekalan adat ini. Banyak ilmu dan nilai-nilai luhur yang kami terima sebagai bekal untuk menjadi pemimpin yang tidak hanya mampu membangun secara fisik, tetapi juga menjaga marwah adat dan budaya Melayu. Seorang penghulu harus menjadi teladan, mampu merangkul seluruh lapisan masyarakat, serta mengedepankan musyawarah dalam setiap pengambilan keputusan," ujar Maflizar.
Ia menambahkan bahwa adat Melayu merupakan identitas masyarakat Rokan Hilir yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda. Oleh karena itu, pembangunan desa harus berjalan seiring dengan pelestarian budaya dan nilai-nilai kearifan lokal.
Maflizar juga menegaskan komitmennya untuk membangun Kepenghuluan Bagan Jawa secara inklusif dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, tokoh agama, pemuda, perempuan, hingga kelompok nelayan dan pelaku usaha.
"Apabila diberikan amanah oleh masyarakat Bagan Jawa, saya berkomitmen menjalankan pemerintahan yang terbuka, melayani dengan sepenuh hati, mengutamakan kepentingan masyarakat, serta menjadikan adat sebagai pedoman dalam membangun kehidupan yang harmonis, maju, dan sejahtera," katanya.
Menurutnya, pembangunan tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur, tetapi juga dari terpeliharanya persatuan masyarakat, meningkatnya kesejahteraan, serta tetap lestarinya budaya Melayu sebagai jati diri daerah.
Kegiatan pembekalan adat yang diselenggarakan LAMR Rokan Hilir ini juga menjadi momentum mempererat hubungan antara lembaga adat dengan para calon pemimpin di tingkat kepenghuluan. Melalui pembekalan tersebut diharapkan lahir pemimpin-pemimpin yang memahami nilai adat, memiliki integritas, berakhlak baik, serta mampu menjalankan roda pemerintahan dengan penuh tanggung jawab.
Maflizar mengajak seluruh masyarakat Bagan Jawa untuk bersama-sama menjaga suasana yang aman, damai, dan kondusif selama tahapan Pemilihan Penghulu berlangsung.
"Mari kita jadikan pesta demokrasi ini sebagai ajang mempererat persaudaraan. Berbeda pilihan adalah hal yang biasa, tetapi persatuan dan kebersamaan masyarakat Bagan Jawa harus tetap menjadi prioritas utama," tutupnya.
Maflizar merupakan Calon Penghulu Bagan Jawa yang berkomitmen menghadirkan kepemimpinan yang amanah, transparan, serta berpihak kepada kepentingan masyarakat. Dengan semangat kebersamaan dan menjunjung tinggi nilai-nilai adat Melayu, Maflizar bertekad mewujudkan Bagan Jawa yang maju, sejahtera, religius, dan berbudaya. (RR)